Jumat, 04 November 2011

Makanan Jajanan Pasar Khas Indonesia yang Enak dan Bergizi


Jajanan pasar dikalangan masyarakat adalah salah satu yang tidak dapat dijauhkan dari kebutuhan sehari-hari baik untuk kebutuhan konsumsi ataupun dari segi ekonomi. bagi sebagian masyarakat pada umumnya makanan jajanan pasar dibutuhkan untuk dikonsumsi sebagai snack, ada juga yang mengkonsumsi jajanan pasar sebagai pengganjal perut sebelum waktu makan tiba, ada juga yang menggunakan jajanan pasar sebagai pelengkap untuk acara-acara khusus. ataupun untuk kegiatan penyelenggaraan makan dirumah sakit, jajanan pasar digunakan sebagai snack untuk penderita penyakit eksklusif yang memerlukan perhatian terhadap zat gizi khusus, dan masih banyak lagi kebutuhan makanan jajanan pasar untuk keperluan masyarakat. oleh karena itu makanan jajanan adalah salah satu kelompok makanan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat kita sehari-hari.
Walaupun begitu untuk zaman sekarang ini makanan jajanan pasar adalah sesuatu yang sudah tidak populer dikalangan masyarakat modern,hal ini disebabkan oleh begitu banyaknya makanan jajanan modern yang beredar dimasyarakat. Menurut penelitian yang dilakukan dijakarta disebuah sekolah, anak-anak kecil yang bersekolah disana sudah mengenal berbagai macam makanan jajanan modern yang bahkan orang dewasapun tidak mengetahui hal tersebut. Hal ini diperburuk dengan kesadaran anak-anak muda akan tidak pedulinya terhadap makanan jajanan pasar, padahal makanan jajanan pasar ini adalah salah satu warisan budaya berharga yang diperoleh dari nenek dan kakek mereka pada zaman dulu.dari segi rasa, tentu makanan jajanan modern lebih disukai, karena yang tonjolkan pada makanan ini adalah rasa gurih dan asin, dan lebih cenderung makanan untuk ini adalah digoreng dengan suhu tinggi sehingga menimbulkan rasa gurih terhadap makanan tersebut, dan bisa dikatakan bahwa makanan jajanan ini adalah termasuk dalam golongan makanan junkfood.
Berikut adalah daftar makanan jajanan serta kandungan gizi yang dapat ditonjolkan didalamnya:
 

1. Arem–arem Ungu
Arem-arem yang kita kenal saat ini merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam jajanan pasar. Arem-arem popular sebagai penganan pengganti sarapan. Hingga saat ini arem-arem masih sangat digemari masyarakat Indonesia karena rasanya yang lezat dan khas. Arem-arem dapat dijumpai di berbagai tempat seperti di pasar tradisional maupun toko-toko kue. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada inovasi terhadap arem-arem itu sendiri. Belum adanya inovasi tersebut menimbulkan kekhawatiran kelak nantinya minat konsumen terhadap arem-arem akan berkurang atau hilang sama sekali. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya kemungkinan hilangnya salah satu kekayaan kuliner kita. Untuk itu, perlu adanya kreasi baru untuk menjadikan arem-arem sebagai makanan tradisional yang lebih menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Salah satunya dengan cara menginovasi dalam pemberian warna arem – arem yang semula hanya hijau menjadi ungu yang berasal dari fortifikasi umbi jalar ungu yang dicampurkan ke dalam arem-arem.
 

Alasan pemilihan umbi jalar ungu sebagai pewarna arem-arem selain disebabkan karena keberadaan umbi jalar ungu yang melimpah di beberapa wilayah indonesia, juga dikarenakan umbi jalar ungu merupakan bahan pangan lokal yang kaya antioksidan alami yakni antosianin. Namun dalam kenyataaannya, umbi jalar ungu selama ini jarang dimanfaatkan secara maksimal dan sering dijual dengan harga murah oleh para petani. Padahal, kandungan antioksidan yakni antosianin pada umbi jalar ungu ini cukup tinggi yakni mencapai 500 – 560 mg / 100 gram umbi.
 

Antosianin merupakan salah satu zat antioksidan yang memiliki sifat mampu mencegah berbagai jenis kerusakan sel termasuk sel hati akibat oxidative stress. Antosianin sendiri adalah glikosida antosianidin, yaitu garam polihidroksiflavium (2-arilbenzopirilium). Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar berfungsi sebagai antioksidan dan penangkap radikal bebas, sehingga berperan dalam mencegah terjadinya penuaan, kanker, dan penyakit degeneratif seperti arteriosklerosis. Selain itu, antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan produk olahannya, mencegah gangguan fungsi hati, antihipertensi, dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik). 

2. Kue Nagasari
 

Nagasari adalah kue yang berasal dari tepung beras, tepung sagu, santan dan gula yang diisi pisang. Kue ini biasanya dibungkus daun pisang dan kemudian dikukus. Selain bahan yang disebut diatas, nagasari sering juga dimasak dengan daun pandan, yang menjadi sebab harumnya yang khas.
Bahan utama kue nagasari adalah tepung, tepung-tepungan adalah bahan makanan yang kaya akan hidrat arang (karbohidrat), hidrat arang berfungsi sebagai zat gizi utama sumber tenaga. tepung yang umum digunakan untuk nagasari adalah tepung beras, Beras dikenal sebagai sumber hidrat yang baik dengan kandungan sekitar 70 – 80%, sehingga berfungsi sebagai sumber tenaga. Butir beras sebagian besar terdiri atas pati, yaitu suatu zat hidrat arang yang tersusun dari unit-unit glukosa. Pati beras tersusun atas dua komponen, yaitu amilosa dan amilopektin. Perbandingan jumlah amilosa dan amilopektin dalam beras menentukan tingkat kepulenannya. Pada prinsipnya semakin tinggi kandungan amilopektinnya, maka beras tersebut semakin pulen atau lekat/lengket. Komponen kedua terrbesar dari beras adalah protein. Kandungan protein pada beras adalah 8% pada beras pecah kulit dan 7% pada beras giling. Beras juga berperan sebagai sumber protein, karena meskipun kandungan proteinnya relatif sedikit, tetapi karena dikonsumsi dalam jumlah banyak maka peranannya sebagai sumber protein sangat besar, walapun tetap sumber utama protein adalah dari makanan hewani dan biji-bijian.

Kandungan lain dari kue nagasari adalah pisang, pisang adalah buah yang mengandung banyak gizi antara lain kalsium, lemak, kalium mineral, vitamin, karbohidrat, protein. Dari kandungan inilah maka pisang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Karena pisang mengandung banyak kalium, maka dapat mengembalikan kadar kalium dalam tubuh dan melancarkan pengiriman oksigen ke otak. Selain itu, pisang juga sangat baik bagi ibu yang mengandung. Kandungan asam folat di dalamnya mudah diserap oleh janin, juga baik bagi perkembangan sistem saraf janin. Selain itu, pisang juga dapat dijadikan sumber kekuatan tenaga karena mengandung gula yang dapat diubah sumber tenaga dan dapat menghilangkan rasa lelah.pisang mampu membantu perokok mengatasi kecandungan nikotin. Karena kandungan B6 dan B12 di dalamnya membantu untuk menetralisir pengaruh nikotin, selain itu pisang juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, menambah tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu sistem saraf,stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman lambung, dan sebagainya.
3. Bika Ambon

Bika Ambon adalah sejenis kue asal Indonesia. Terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula dan santan, Bika Ambon umumnya dijual dalam rasa pandan, meskipun kini tersedia pula rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, cokelat.Bika ambon merupakan kue berwarna kuning dengan tekstur yang legit tetapi berlubang-lubang. Kue ini tidak menggunakan tepung terigu sebagai komponen utamanya, tetapi tepung sagu. Kue ini cocok dimakan sebagai teman minum teh.
Asal muasal Bika Ambon tidak diketahui jelas. Meskipun namanya mengandung kata "Ambon", Bika Ambon dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan. Di Medan, Jalan Mojopahit di Medan Petisah merupakan kawasan penjualan Bika Ambon yang paling terkenal. Di sana terdapat sedikitnya 40 toko yang menjual kue ini.
Bahan utama bika ambon adalah tepung sagu, tapung sagu kaya akan zat pati / hidrat arang, tetapi memiliki kandungan zat gizi mikro dan makro yang minim, hal ini disebabkan oleh jenis teras batangnya, disamping itu pengolahan untuk memperoleh pati sagu ini membuat zat gizi tidak maksimal. Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10mg kalsium, 1,2mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil. oleh karena itu yang ditonjolkan untuk kue Bika Ambon ini adalah zat pati yang tergantungnya. tapi selain tepung sagu yang menjadi bahan utama ada lagi bahan yang penting di dalam Bika Ambon yaitu kuning telur. untuk sebagian orang khususnya orang tua kuning telur sudah menjadi musuh utama mereka, karena pada dasarnya kuning telur memang mengandung sangat tinggi kolesterol, tapi untuk anak-anak kolesterol sangat bermanfaat untuk perkembanganya walaupun tetap harus dalam jumlah yang seimbang. kuning telur juga mengandung karotein yang baik, Hasil penelitian Surey (1999) menunjukkan bahwa karotenoid kuning telur berfungsi sebagai antioksidan yang mencegah peroksidasi lipid jaringan. Selain fungsi antioksidan, fungsi lain karotenoid adalah pada sistem kekebalan tubuh.
4. Onde-Onde

Onde-onde adalah sejenis kue jajanan pasar yang populer di Indonesia. Kue ini sangat terkenal di daerah Mojokerto yang disebut sebagai kota onde-onde sejak jaman Majapahit. Onde-onde dapat ditemukan di pasar tradisional maupun dijual di pedagang kaki lima. Onde-onde juga populer khususnya di daerah pecinan baik di Indonesia maupun luar negeri.
Onde-onde terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen. Terdapat bermacam-macam variasi, yang paling dikenal adalah onde-onde yang terbuat dari tepung ketan dan di dalamnya diisi pasta kacang hijau. Variasi lain hanya dibuat dari tepung terigu dan diberi warna pada permukaannya seperti putih, merah, atau hijau yang dikenal sebagai onde-onde gandum, yang merupakan onde-onde khas dari kota Mojokerto.
Tepung ketan memiliki amilopektin yang lebih besar dibandingkan dengan tepung-tepung lainnya. Amilopektin inilah yang menyebabkan tepung ketan (beras ketan) lebih pulen dibandingkan dengan tepung lainnya. Makin tinggi kandungan amilopektin pada pati maka makin pulen pati tersebut, semakin tinggi amilopektin maka akan semakin mudah dicerna di dalam tubuh. kandungan lain Onde-Onde adalah kacang hijau didalamnya, Kacang hijau mengandung 20-25 persen protein. Protein pada kacang hijau mentah memiliki daya cerna sekitar 77 persen. Keseimbangan asam amino pada kacang hijau mirip dan sebanding dengan kedelai. Kandungan lemak dalam kacang hijau relatif sedikit (1-1,2 persen,Lemak kacang hijau sebagian besar tersusun atas asam lemak tidak jenuh oleat (20,8 persen), linoleat (16,3 persen) dan linolenat (37,5 persen). Linoleat dan linolenat merupakan asam lemak esensial yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak balita. Kacang hijau juga mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh manusia. Mineral seperti kalsium, fosfor, besi, natrium dan kalium banyak terdapat pada kacang hijau.Selain itu, kacang hijau juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber). Kadar serat dalam kacang hijau dapat mencegah terjadinya sembelit (susah buang air besar), serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan.
Sedangkan kacang wijen yang melapisi sisi luar onde-onde juga mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat, Biji wijen mengandung 50-53% minyak nabati, 20% protein, 7-8% serat kasar, 15% residu bebas nitrogen, dan 4,5-6,5% abu. Minyak biji wijen kaya akan asam lemak tak jenuh, khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega-6), 8-10% asam lemak jenuh. Minyak biji wijen juga kaya akan Vitamin E.

 

Dan masih banyak lagi kue jajanan pasar khas indonesia yang mengandung zat gizi yang baik. Secara garis besar yang ditonjolkan untuk makanan jajanan pasar ini adalah pengolahan yang baik, secara umum pengolahan makanan jajanan pasar ini diolah dengan sangat baik, artinya pengolahan yang tidak terlalu merusak zat gizi yang ada didalamnya. hal ini inilah yang menjadi perhatian khusus bagi para pencinta makanan sehat yang mengandung zat gizi yang kaya. jadi untuk apalagi gengsi ataupun malu mengkonsumsi makanan jajanan negara kita sendiri.. hidup untuk sehat, menjadi hidup lebih baik.

Sumber : http://agoengky.blogspot.com/2010/10/makanan-jajanan-pasar-khas-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar