Kamis, 10 November 2011

Es krim ternyata tidak membuat gemuk


Es krim merupakan makanan dengan gizi tinggi. Es krim dikenal sejak zaman Romawi, yaitu pada 400 tahun sebelum Masehi. Kelembutannya telah menyebabkan banyak orang mengharapkan kehadirannya. Namun seringkali perempuan menolak kenikmatan es krim karena takut gemuk. Padahal dari berbagai mitos yang negatif, banyak sekali manfaat es krim.
Komposisi es krim yang mengandung energi, protein dan lemak jenuh selalu menjadi tudingan yang menyebabkan biang keladi kegemukan. Padahal komposisi energi pada es krim hanya sekitar 10 persen saja dari total kebutuhan lemak setiap harinya
sekitar 15 persen. Jadi jumlah tersebut masih terlalu kecil bila disangka sebagai penyebab kegemukan.
Es krim bukan penyebab batuk dan pilek. Lelehan es krim yang masuk ke dalam mulut diakibatkan oleh pengaruh suhu tubuh. Oleh karena itu saat es krim masuk ke dalam kerongkongan suhunya pun sudah tidak dingin. Es krim juga dapat dikonsumsi saat sakit. Pada saat sakit tubuh membutuhkan banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi. Es krim yang mengandung banyak air sangat berguna sebagai penyedia cairan tubuh.
Yang tidak boleh adalah, orang sakit yang menderita radang ternggorokan, asma dan amandel, karena dengan suhu tinggi dapat membuat penyakit tersebut kambuh.
Di balik kelembutan dan rasa manisnya, es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tak terduga. Keunggulan es krim didukung oleh bahan baku utamanya, yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizi yang lengkap. Para peneliti menemukan lebih dari 100.000 jenis molekul yang terkandung di dalam susu.Tak hanya itu saja kandungan kalsium yang ada pada es krim juga bermanfaat untuk tulang kuat dan pencegahan osteoporosis.

http://www.wolipop.com/read/2010/03/16/142619/1319037/849/es-krim-buat-gemuk-pikir-lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar