Selasa, 01 November 2011

Karang gigi


Definisi
Karang gigi merupakan plak gigi yang mengalami mineralisasi pada permukaan gigi maupun gigi palsu. Karang gigi ini berisi bakteri-bakteri bersama dengan kandungan anorganik seperti kalsium yang berasal dari air liur (saliva). Karang gigi berwarna putih, atau putih kekuningan, dan keras seperti tanah liat. Warna karang gigi bisa juga bervariasi menjadi kecoklatan atau kehitaman tergantung kontak  dengan bahan lain, misalnya kopi, teh, pewarna makanan atau tembakau pada perokok. Karang gigi biasanya terbentuk pada bagian leher gigi yang berbatasan dengan gigi. Karang  gigi ini bisa terjadi di atas gusi (supra gingiva) atau terbentuk hingga ke dalam gusi (sub gingiva) yang biasanya berwarna hitam kecoklatan (Sutandi 2010).
Etiologi
Faktor penyebab karang gigi banyak sekali, letak pertumbuhan gigi yang tidak beraturan atau berjejal bisa menyebabkan tertinggalnya sisa makanan antara sela-sela gigi. Selain itu cara menyikat gigi yang kurang benar dapat menyababkan tertinggalnya plak (Rani 2010). Kondisi pH air liur yang basa (pH tinggi) akan lebih cenderung membuat endapan air liur dan pada penderita gagal ginjal yang memiliki kandungan amonium yang tinggi dalam air liurnya yang akan meningkatkan pH air liur sehingga membuat endapan air liur. Pemakaian kawat gigi juga mengakibatkan sisa makanan jadi mudah menempel (Dinkes 2011).
Patofisiologi
Gigi di lapisi oleh lapisan transparan licin yang di sebut Pellicle. Pellicle di kolonisasi oleh bakteri dengan mengubah glukosa dan karbohidrat pada makanan menjadi asam melalui proses fermentasi. Asam akan terus di produksi oleh bakteri tersebut. Kombinasi bakteri,asam,sisa makanan,dan air liur dalam mulut membentuk suatu substansi berwarna kekuningan yang melekat pada permukaan gigi yang di sebut Plak. Plak bila tidak di bersihkan dapat mengalami pengerasan atau mineralisasi sehingga membentuk karang gigi yang melekat pada permukaan gigi. Permukaan karang gigi menjadi tempat melekatnya bakteri (Dinkes 2011).
Tanda dan Gejala
Karang gigi ialah kumpulan bakteri yang bersinggungan dengan gusi dan jaringan di sekitar gigi, maka karang gigi dapat menyebabkan infeksi kronis atau akut pada gusi (gingivitis) atau jaringan di sekitar gigi (periodontitis). Beberapa tanda dan gejala terbentuknya karang gigi adalah :
1.Warna gigi berubah
2.Bau mulut
3.Terdapat lapisan transparan yang melekat pada gigi
4.Terkadang terjadi perdarahan pada gusi
Pengobatan, Perawatan, dan Pencegahan
Karang gigi yang telah mengeras dapat dibersihkan oleh dokter gigi menggunakan alat bernama scaler. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan manual, yakni menggunakan instrumen, seperti dicongkel-congkel. Namun kini yang lazim ialah menggunakan ultrasonic scaler (Sutandi 2010).
Pencegahan karang gigi adalah dengan menyikat gigi dengan baik dan benar setiap hari. Penyikatan gigi sebaiknya dilakukan 2 x sehari, yaitu setiap kali setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Karena pada waktu tidur aktifitas gigi dan mulut berhenti dan memudahkan bakteri untuk berkembang biak. Selain itu pembersihan gigi dapat menggunakan benang khusus atau dental flos yang dibuat untuk kedokteran gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
Apabila setelah makan dan tidak sempat gosok gigi, lakukan kumur dengan air. Untuk menghilangkan sisa makanan. Atau dengan makan buah-buahan yang berserat dan banyak mengandung air (Rani 2010).
Anjuran Gizi
Beberapa anjuran gizi yang dapat diberikan untuk mencegah karang gigi adalah konsumsi makanan yang berserat seperti sayur dan buah karena makanan ini bersifat self cleansing (pembersihan) yang membutuhkan proses pengunyahan secara berulang-ulang. Selain itu, konsumsi juga makanan yang mengandung gizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsi air putih yang banyak dapat membantu membersihkan sisa kotoran di gigi.
Kurangi minum kopi, teh, dan soda, serta berhenti merokok yang dapat menimbulkan lapisan tipis dipermukaan gigi yang disebut stain sehingga warna gigi jadi kusam, kecoklat-coklatan. Lapisan stain yang kasar itu mudah ditempeli sisa-sisa makanan dan kuman, yang akhirnya membentuk plak. Jika tidak dibersihkan akan mengeras dan menjadi karang gigi dan bisa merambat ke akar gigi. Akibatnya gigi mudah berdarah, gigi gampang goyah dan mudah tanggal. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung (Dinkes 2011).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar